Posted by: Santo | July 7, 2008

Yang Muda Semestinya Belajar dari Yang Tua

Hari selasa kemarin (1 juli 2008) saya memperbaiki motor saya yang setelah ditinggal selama 5 hari pergi ke luar kota ternyata tidak bisa dinyalakan dengan starter, tapi masih nyala jika menggunakan kick starter. Dugaan saya (berdasarkan pengalaman sebelumnya) penyebabnya adalah accu motor yang perlu distrum lagi karena 5 hari berturut-turut tidak dipanaskan sehingga accu tersebut yang semestinya bisa menghasilkan energi listrik dari reaksi elektrokimia menjadi tidak berfungsi.

Awalnya saya membawa motor saya seperti biasa ke bengkel resmi Honda, karena setiap kali servis rutin memang selalu disitu tapi ternyata diluar dugaan mereka tidak memiliki alat strum accu (bengkel sebesar itu ternyata belum tentu lengkap ya…). Akhirnya saya mencari-cari bengkel disepanjang margonda – Depok yang memiliki alat setrum accu motor dan ternyata tidak jauh dari bengkel Honda tadi ada tukang tambal ban di pinggir jalan yang juga menerima jasa strum accu motor.

Untuk menyetrum accu tersebut ternyata dibutuhkan waktu 1 jam sehingga saya harus menunggu selama 1 jam itu. Sambil menunggu saya habiskan waktu saya dengan mengobrol menggali pengalaman dari tukang tambal ban itu (sebut saja Pak Min, nama panggilan). Pak min banyak bercerita tentang perjalanan karirnya, dimana beliau adalah sebenarnya telah bekerja sebagai montir mobil selama kurang lebih 30 tahun, saking banyaknya pengalaman tersebut dia tahu betul all about mobil dan sparepartnya alhasil dia adalah orang kepercayaan tempat bengkel dimana dia bekerja dulu. Bahkan ketika pak min memutuskan untuk berhenti majikannya selalu melarangnya dan menawarkan fasilitas apapun yang dia minta akan diberikan oleh sang majikan. Tetapi semua itu tak mengubah pendirian pak min untuk berhenti bekerja dari bengkel mobil selain karena umurnya yang sudah renta beliau juga menderita asma yang menyebabkan ia tidak lagi prima untuk bekerja secara fulltime. Oiya hasil jerih payah selama itu pun tidak sia-sia karena pak min berhasil menginvestasikannya pada Rumah yang ditempatinya bersama keluarga dan 7 unit kosan yang terletak sekitar kampus UI-Depok. Investasi tersebut kini sangat dirasakan manfaatnya karena dari kosan itulah ia bisa memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah bagi anak-anaknya, sedangkan dari usaha tambal ban hasilnya tak seberapa hanya cukup untuk membeli makan sehari-hari.

Sayangnya sifat pekerja keras yang dimiliki oleh pak min tidak ditiru oleh kedua anaknya yang telah tamat SMA, mereka lebih memilih menganggur ketimbang membantu usaha tambal ban ayahnya, katanya sih gengsi. Pak min bercerita kalau anaknya memang gengsi untuk melakukan pekerjaan seperti itu padahal jika mereka mau hasilnya bisa lumayan dan bisa untuk mereka sendiri. Gengsinya sih sederhana karena malu takut ketahuan sama pacarnya. Pak min sendiri mencontohkan dulu juga banyak saudara-saudaranya yang seperti itu yang lebih menjaga gengsi namun setelah mereka menikah mereka terpaksa berjualan soto, berjualan bakso dan usaha lainnya karena terdesak harus menafkahi istrinya.

Hemmmm,, dari situ saya mencoba mengambil pelajaran hidup itu memang memerlukan pengorbanan, sudah bukan zamannya lagi untuk mendahulukan ego pribadi. Selain itu saya pun mulai memikirkan sudah sejauh mana persiapan ku kearah pernikahan, bukan hanya kesiapan dari segi mental tapi materi juga harus saya persiapkan dari sekarang. Semoga saja saya bisa memberikan yang terbaik bagi istri dan anak-anak saya kelak…(waaa…padahal kuliah aja belum kelar tapi udah ngomongin nikah….tak apalah biar lebih semangat…hahhaaa)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: