Posted by: Santo | July 27, 2008

Bangkit, Bergerak dan Wujudkan….

Entah mengapa saya ingin menuliskan sesuatu yang bisa memberikan energi motivasi, minimal bagi diri saya sendiri.

Kalau mendengar kata bangkit identik dengan suatu keadaan yang didahului oleh keterpurukan. Memang seperti itulah pada umumnya tetapi bangkit yang saya maksudkan disini adalah upaya untuk melepaskan diri dari belenggu angan-angan dan hal-hal bodoh yang semestinya tidak saya lakukan. Kadang secara sadar atau tidak sebagai manusia biasa kita sering melakukan hal yang sebenarnya sudah jelas-jelas ditentang oleh hati nurani dan logika. Namun inilah uniknya manusia sebagai mahluk Tuhan yang paling sempurna selain dianugerahi akal pikiran manusia juga diberikan ego atau nafsu. Kedua hal ini cenderung kontradiktif dan sulit sekali untuk bisa menyelaraskannya sehingga mau tidak mau salah satunya akan lebih mendominasi tergantung dari masing-masing individu. Ada orang yang lebih mengutamakan egonya dan ada juga yang lebih mengutamakan rasio. Yang dimaksud ego atau nafsu disini adalah suatu kecenderungan, dalam Islam sendiri (kalau tidak salah) nafsu itu ada yang baik dan juga ada yang buruk. Kalau berbicara kedua jenis nafsu tersebut biasanya faktor yang paling menentukan adalah tingkat keimanan atau ketaatan seseorang dalam menjalankan perintah Allah. Sedangkan kondisi keimanan seseorang pun bersifat fluktuatif kadang naik, stagnan, atau bahkan turun. Hal inilah yang pada akhirnya menjadikan kecenderungan dalam bertindak, seperti yang saya utarakan sebelumnya kita (lebih tepatnya saya) sering melakukan hal -hal yang sebenarnya secara logika dan nurani kita salah. Bersyukurlah bagi kita yang cepat tersadar (baca: bangkit) akan kesalahan yang telah dilakukan.

Cukupkah hanya bangkit? Tentu saja tidak, setelah bangkit kita perlu bergerak. Ibarat orang tidur meskipun sudah terbangun dan bangkit dari tempat tidurnya jika dia tidak bergerak dari ranjang atau tempat tidur maka kemungkinan besar akan tertidur lagi. Seperti sebuah kesalahan, jika kita telah melakukannya tak hanya cukup menyesali kesalahan yang telah dilakukan tetapi harus juga melakukan hal-hal yang dapat memperbaikinya jika dianalogikan dalam matematik kita harus mengubah dari nilai yang minus tidak hanya sebatas menjadi nol tetapi harus menjadi positif.

Bergerak, bergerak dan teruslah bergerak untuk mewujudkan semua mimpi-mimpimu. Kejarlah apa yang selama ini kamu cita-citakan jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan. Ingatlah hidup kita bukan hanya untuk kita pribadi dan bukan hanya untuk saat ini. Hidup yang kita jalani hanya sekali jika yang satu kali ini tidak kita optimalkan maka tidak akan ada kesempatan untuk yang kedua. Jangan pula cemen karena hidup ini butuh struggle, bermimpilah tentang hal-hal besar acuhkan orang lain berkata apa, yakinlah mimpi itu akan terwujud!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: